Cari Blog Ini
Senin, 31 Desember 2012
2012 Noted!
Yaps, udah lama banget ga nulis di blog kesayangan gue satu-satunya ini (long, long time ago kayak cerita) dan tentunya banyak banget yang enggak sempat diceritain di blog ini. Bukan hanya karena males tapi juga karena faktor kagak ada pulsa modem dan lagi sibuk-sibuknya juga *cius deh **loh
Nah, di penghujung tahun ini tentu enaknya kita ngomongin soal resolusi tahun depan *as always, but before that yuk kita kilas balik dulu perjalanan gue selama 2012 ini.
Januari 2012 adalah awal yang baik...dan gak nyangkanya dapat sesuatu yang baik..some friends knowing that so I’m too shy to discuss it here . Ada beberapa peristiwa yang gak gue sangka-sangka di tahun ini. Siapa yang pernah menyangka kalau tahun ini gue bisa ngerasain yang namanya ke Lombok buat kejuaraan dan menorehkan prestasi? Siapa pula yang menyangka bisa ke Finlandia –negara yang gak pernah gue bayangin sama sekali- bareng Agria Swara?
Semua itu kalau dibayangkan saat ini berasa mimpi. Dan asal tahu saja semua itu sebelumnya udah pernah gue tulis di ‘hanya’ secarik kertas dengan judul ‘Resolusi Tahun 2012 Gw’ yang sampai saat ini masih tertempel di dinding kosan gue tapat di atas tempat tidur gue (gak penting haha). Dan menurut gue di tahun 2012 ini gue lumayan berprestasi dengan semua yang gue alami di tahun ini karena sekitar 80 persennya impian gue bisa terkabul, dan tentu saja dengan serangkaian usaha.
Saat ini beberapa orang terutama di jagat IPB mengenal gue dengan sebutan ‘Seriosa’. Semua berawl dari suatu kompetisi intrakampus IPB Art Contest (IAC). Awalnya gue cuma mau hadiahnya aja yang sependengaran gue juara 1 itu dapet 500 ribu dan itu sangat-sangat lumayan terutama buat nambah-nambah commitment fee (yang anak Agria pasti tahu ). Karena ini lomba seni tentu satu-satunya yang bisa gue ikuti adalah lomba nyanyi sesuai hobi dan kesukaan gue dan tentunya solo karena hadiahnya harus obligat buat gue aja. Berbekal latihan seadanya dan bantuan teman, terutama buat kostum dan dandan-dandan (Thanks to Nadia and Yovita atas bantuan dandan dan baju pinjamannya :*) gue pun melangkah hingga ke babak final dan menurut gue itu gak mudah. Di final gue ketemu dan mesti berkompetisi sama juara solo seriosa 2 tahun lalu dan setahun yang lalu yang pastinya udah ada pengalaman di bidang itu sebelumnya. Selain itu lagu buat final pun baru gue dapet kurang dari seharidan gak ada latihan secara khusus, beda sama yang lain rata-rata udah pada belajar buat lagunya. Akhirnya gue cari sendiri (karena panitianya aja gatau) by searching dan gue pelajari sendiri malam itu dimana lagi ada konser angkatan anak-anak baru. Mau gamau gue harus bisa ngelakuin dua-duanya soalnya kalau lomba itu menurut gue sifatnya lebih pribadi.
Dan tibalah esok harinya gue di final itu. Dan gak nyangka kayak mimpi di siang bolong (beneran karena gue kebangun karena ada telepon dari Wengky-temen gue yang jadi panitia), gak nyangka ternyata terpilih jadi juara 1 dan bakal mewakili IPB di Pekan Seni Mahasiswa Daerah di Jakarta. Setelah itu, gue jadi mengikuti serangkaian latihan dengan dua orang juri tapi yang khusus ngelatih seriosa sama Kak Baim aja. Bukan hanya cabang seriosa tapi juga cabang-cabang yang lain ikut dipersiapkan buat ajang itu. Dan sehabis itu gue sama sekali gak kepikiran sama hadiah IAC itu.
Lomba di Jakarta dilaksanakan di Universitas Tarumanagara. Hari pertama dijalani dengan uji coba panggun. Ya... kayak nyesuain sama pianis sama pengambilan nomor urut. Alhamdulilahnya gue ditempatin di no urut 8 yang menurut gue ideal banget. Sempet kuatir dan kejer juga pas ngedengerin suara-suara peserta lainnya, huwooo bagus-bagusnya. Saat nyanyi itulah ada yang namanya Mbak Waty (yang katanya salah satu dosen UI-yang ngejuriin juga) yang memperhatikan proses UCP kita. Ini dia panggungnya...
Tiap – tiap orang dikasih sedikit masukan biar pas besok nyanyi keluarnya bagus hehehe. Dan yang perlu lo tau, begitu suaranya keluar langsung bikin jelegerr gimanaa gitu. Dan beliau sempet bilang kalau suara gue udah lumayan. Dari situlah gue tambah semangat. Pianisnya juga langsung nanya, siapa yang biasanya ngelatih kamu dan dia langsung bisa kenal pelatih paduan suara gue. Next day, gue tampil dan enggak nyangkanya lolos jadi juara 1 (yang sama sekali enggak pernah disangka, alhamdulilah). Sebagai juara 1 dan wakil Jakarta, gue pun kemudian bersiap menuju Peksiminas di Lombok, NTB.
Practice hard bener-bener dilakuin. Jujur saja, malas rasanya begitu latihan. Permasalahan saat itu adalah seputar nafas, pemenggalan lagu, artikulasi dan tempo (analisa sendiri sih ini, tapi yang nafas udah pasti) dan satu lagi yang menjadi kendala saat itu adalah bagaimana menjangakau nada tinggi yang jarang dinyanyiin pas lagi nyanyi paduan suara, secara suara gue alto, alto 2 pula. Tantangan-tantangan itulah yang terus dilatih sampai akhirnya bisa berangkat ke Lombok. Kejadiannya hampir sama dengan saat Peksimida, yaitu saat UCP, semua pesertanya terlihat sangat sangat matang. Apalagi pas disuruh nyanyi bareng lagu wajib secara barengan. Langsung keder...keren-keren banget suaranya. Saat itu, dalam keadaan masih jet lag (padahal 1 jam lebih cepet doang) yang namanya latihan jadi semakin berat, badan rasanya butuh istirahat padahal besoknya harus lomba. Hari pertama cuma menyanyikan lagu wajib dan hari keduanya lagu pilihan. Lagu wajib ‘Gadis Bernyanyi di Cerah Hari’ gak begitu berhasil dibawaain tapi untungnya di hari kedua lagu ‘Setitik Embun’ lebih berhasil dinyanyiin. Sejak saat itu, predikat jadi pemenang terus kepikiran secara gak begitu maksimal di keduanya jadi takutnya gak bisa nyumbangin poin sama sekali buat perolehan juara umum daerah Jakarta. Dan dalam hati enggak tahu kenapa aku berdoa “Ya Allah...juara 3 aja...” dan entah mengapa yakin banget aku akan itu. Saat pengumuman tiba, alhamdulilah terbukti juara 3. Nah, karena serangkaian pengalaman lomba inilah makanya aku lebih dikenal karena seriosanya *ress :D
Bagi teman-teman yang ingin melihat videonya klik ini http://www.youtube.com/watch?v=OFYu4u83CSE atau klik ini http://www.youtube.com/watch?v=gEqlaVj9ccE
Next agenda after that, gue bersama teman-teman dari Paduan Suara Mahasiswa IPB Agria Swara diberi kesempatan sama Allah SWT untuk pergi ke Helsinki Finlandia dalam rangka lomba paduan suara “The 4th Harald Andersen Chamber Choir Compertition”. Berangkat saja kami sudah sangat bersyukur karena bayangkan saja, rencana anggaran kita kalau ditotalkan hampir mencapai 1M. Jedder! Gue sebagai bendahara saat itu juga syok dan gatau bisa dapet uang sebanyak itu dari mana. Kami pun memetakan sponsor dan gencar mencari berbagai cara baik itu dengan mengikuti job-job yang ada dengan maksimal, beraudiensi dimana-mana, meminta bantuan orang terhormat hingga anggota DPR pun juga rektor IPB semua dijabanin. Banyak perusahaan juga yang secara menakjubkan bersedia memberikan dana buat kita juga para donatur yang dengan ikhlasnya membantu kita (TERIMA KASIH BANYAK ).
Hingga pas di akhir, alhamdulillah semua utang anak-anak bisa terbayar dan surplus kurang lebih 21 juta. I think it’s a miracle walaupun kami belum bisa membawa yang terbaik bagi Indonesia dengan menjadi pemenang. Di sana kami juga mengadakan konser budaya di 2 universitas besar di Helsinki salah satunya adalah Haaga University.
Kami membawakan lagu dari berbagai daerah di Indonesia plus dengan koreografinya. Menurut gue itu suatu hal yang membanggakan karena belum tentu yang lainnya bisa punya kesempatan seperti ini.
Kesempatan bisa mendengarkan kompetitor lain bernyanyi saat final juga benar-benar menjadi pembelajaran yang membuat gue ngerti kenapa kita belum bisa menang di ajang kompetisi paduan suara tiga terbesar di dunia itu. Jujur saja kompetisi ini tidak setara secara umur dan pengalaman, tapi kami memang harus tetep berusaha menampilkan yang terbaik. Walaupun kalah, gue selalu percaya kalau ada makna terbaik dari segala sesuatu. Gue jadi tahu bagaimana susahnya mempersiapkan ini semua sebelum keberangkatan, bagaimana cara membuat relasi kerjasama dengan berbagai pihak, bagaimana cara beraudiensi, dan masih banyak lagi pelajaran termasuk cara menjaga kekompakan tim (ini terkait kerjasama antar ketua, pembina dan tim) yang tentunya tidak semua orang dapat mengalaminya. So, I always appreciate the process (Y).
Anyway, Finlandia itu negara indah di utara yang saat itu suhunya hampir 9℃ dinginya. Perbedaan waktunya sangat kentara, yaitu 4 jam lebih cepat daripada Indonesia. Kota Helsinki sangat teratur dan semua pejalan kaki dijamin sangat sangat dihormati. Dan begitu di sana gue baru tahu kalau Finlandia itu negara nomor satu dalam sistem pendidikannya. Maka dengan itu, anak-anak Indonesia yang belajar di negeri utara itu pada betah sekolah disana walaupun sebenarnya mereka tidak sabar untuk pulang ke negeri tercinta Indonesia (sambil nyanyiin lagu Tanah Air kali ya).
Selain di atas, targetan lain yang tercapai juga yaitu alhamdulilah tahun 2012 ini laporan Studi Lapang Biologi gue lolos buat seminar ADIC di Malaysia (walaupun kami tidak jadi ke sana) dan juga di penghujung tahun, dalam lomba Program Kreativitas Mahasiswa-Artikel Ilmiah, gue dan teman-teman lolos dan didanai DIKTI.
Nah, tadi itu sekilas beberapa yang telah dialami selama 2012. Mudah-mudahan tulisan gue di atas dapat menginspirasi teman-teman yang membaca untuk selalu menuliskan harapan dan mimpi teman-teman walau dalam secarik kertas. Selalu berdoa setiap pagi agar Tuhan memberi kemudahan setiap harinya menggapai mimpi tersebut. Sekarang mari kita buat lagi resolusi untuk tahun 2013, YEAH!
Ini dia resolusi gue. Check these out!
Di bidang akademik:
Mei 2013 kelar penelitian dengan hasil yang memuaskan.
Juni 2013 Seminar hasil penelitian dandua minggu setelahnya sidang.
Agustus 2013 Wisuda dengan perdikat sangat memuaskan (mudah-mudahan masih bisa, Amin)
Di bidang pekerjaan termasuk keuangan (bidang baru nih ;))
Juli 2013 sudah mulai mencari pekerjaan dan sebelum wisuda sudah mendapatkan pekerjaan.
Agustus 2013 kalau plan bekerja dirasa sulit, siap memulai berwirausaha (Amiiiin )
Di bidang kesehatan:
Kesehatan semakin membaik dengan melakukan olahraga minimal seminggu sekali.
Menjaga kesehatan dengan program tiada hari tanpa sayur dan buah plus susu (kalau mampu).
Mungkin itu dulu kali ya yang bisa dibahas, masih perlu dipikirkan rencana-rencana lainnya. Semangat pasti bisa! Happy New Year 2013..
...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar